Sudah 2 hari ini sepeda ditinggal di kampus. Bannya bocor, kalo di Indonesia sih g akan ada masalah. Bengkel bercecer dimana-mana. Alhamdulillah banyak yg mau membantu.. Thanks for Liam, Syafri dan Wenny atas usahanya dan mau direpoti..
main problem is pentil bannya itu yg g standar, anginnya susah masuk.
Akhirnya terpaksa dibawa ke toko+bengkel tempat dulu beli di kanalstraat, 20menit jalan kaki dari kampus. Jalannya insyaAllah g masalah, tapi kenapa harus hujan salju hari ini hiks… Padahal menurut primbonnya wenny (yahoo weathercast) salju baru turun besok
)
Parah.. di saat temen-temen bisa menikmati salju pertama mereka di balik jendela, saya harus berjalan menerjang dinginnya hujan salju dan melawan angin yang semakin tak bersahabat.. didramatisir nih..
Sesampainya di bengkel, hanya ada rasa cemas… ongkosnya habis berapa ya? karena menurut info temen-temen disini ongkos tambal ban mahal. Setelah dilihat sebentar, diberitahu kalau pentilnya agak khusus dan butuh extension khusus (seperti rambut aja nih). kemudian diisi angin dan disimpulkan kalau bannya bocor besar pas dibawah pentil.. hiks otomatis harus ganti ban dalam.
Oke. semuanya selesai tapi hujan salju semakin menggila di luar sana. Kemudian mulai conversation dengan si belanda:
me: “how much?”
belanda : “500 euro!”.
me : (dalam hati “What!!! gila”) “Are you sure sir?” (kutegaskan lagi).
belanda : “All right, 5 euro than! is it okey with you?”.
me : (Huh, tentu saja ok Sir..) “that’s better, 5 is fine, 500.. I don’t have that much money?”.
belanda : “He he I’m just kidding
, I don’t even have that much money!”
“You’re going back to campus?”
me : “he eh, yes!”
belanda: “watch yourself then, the weather is not predictable in here! in this season there will be no income for me!”
me : “ok thank you very much”
Duh si bule dah hampir bikin jantungan aja. Ternyata ngajak bercanda.. di musim dingin, bersalju seperti ini siapa juga yang mau beli sepeda.
Perjalanan ke kampus, semakin menyakitkan. hujan salju semakin deras, dan angin tidak bisa diajak kompromi… wussshh.. sudah g bawa jas hujan, basah semua. Sesampai di kampus, cari makanan+minuman hangat dan duduk di dekat pemanas supaya bisa ngeringin celana ha ha ha.. Sholat Jum’atan pun nempel di dekat pemanas (waktunya dah mepet, pulang juga g sempat) hi hi hi..
Perjalanan pulang sudah mendingan… sudah g bersalju. Tapi tetap dingin.. brr





