12 jam perjalanan menggunakan Malaysian AirLines cukup melelahkan juga. Masih lumayan karena ada 3 teman sesama student dari Indonesia yang bisa diajak mengobrol. Thanks buat Adi (dari UI utk S2 di Mastricht), Sulis dan Faraqqa (dari DEPTAN utk S2 di Wageningen). Makes time fly. Sempat transit juga di Kuala Lumpur Airport, Malaysia. Bersih, canggih, indah itu kata yang bisa menggambarkan bandara ini. Disini ada taman hidup di tengah2 bandara, jalur kereta api yang menyatu di lantai yang sama. Akses ke surau menggunakan lift meski hanya 1 lantai keatas. terus lanjut.. nambah 2 temen student lagi dari PU dan LIPI.
Nah sesampai di Schipol, Belanda ketemu lagi dengan kandidat PHd Belgia Pak Robert, Pak Bayu dan Pak Arin yang transit di Amsterdam. Alhamdulillah meskipun belum ada yang menjemput, karena ada mereka jadinya tidak terlalu asing. Sepi karena masih pagi dan disambut dengan suhu 2 derajat. brrr… autumn.
Kebetulan ada Dina (Komunikasi UNAIR) dari DenHaag yang sudah berbaik hati menjemput di Schipol, dan memberikan briefing singkat about everything need to know in Netherlands. Bought me a train ticket to Enschede. Nice, disini jalur kereta juga menyatu dengan airport. Gak bisa ngantar sampe tujuan karena siangnya masih ada kuliah. It’s enough 4 me. Thanks ya Din.
Kereta hanya ada kelas 1 dan kelas 2 (ekonomi), menyatu di lokomotif yang sama. harganya terpaut jauh, tapi fasilitas hampir sama. €23.80 untuk gerbong kelas 2 IC (InterCity) sekali jalan tujuan Enschede, dan kereta jalan tiap beberapa menit. On time. 2 jam perjalanan.
Sesampai di Enschede, dah ada Fuad (FAPERIK UB utk S2 di ITC) yang menjemput dengan senyumnya
) Keluar dari station pemandangannya adalah sepeda pancal (fietsen) yang berjajar-jajar, dan terminal bus (jalan tiap 20 menit, on time ada penumpang atau tidak) dengan armada sekelas busway di Jakarta. Dingiin…
Akhirnya sampai juga di Enschede. One thing 4 sure is, belajar minum dari air kran.. karena air kran disini sudah layak minum, g perlu direbus lagi.
Info : – orangtua di pedesaan biasa menyebut sepeda motor brompit, sepertinya berasal dari bahasa belanda untuk fiets dan broom untuk suara mesinnya.. broomfiets





